Pengertian K3 dan Rambu K3 ( Safety Sign)

Mari kita kenali apa itu K3 dan Rambu K3 atau Safety Sign. Simak penjelasan berikut ini.

Pengertian K3

K3 merupakan singkatan kata dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja. K3 dapat diartikan sebagai suatu upaya perlindungan kepada tenaga kerja, barang maupun alat agar selalu dalam keadaan selamat dan sehat selama berada di tempat kerja.

Istilah K3 ini akan sering dijumpai ketika anda berada di tempat kerja baik di pabrik, kantor, bengkel, di sekolah atau bahkan jika anda berada di jalan. Mengingat betapa pentingnya keselamatan pada saat bekerja, maka pemerintah Indonesia di dalam hal menjamin keselamatan pekerja mengeluarkan Undang-Undang yang mengharuskan diberlakukannya keselamatan di dalam bekerja oleh setiap perusahaan atau industri yang berada di dalam negara Indonesia. Undang-Undang pokok tentang Keselamatan Kerja No. 1 tahun 1970 dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia dengan maksud :

  1. Supaya tenaga kerja dan setiap orang yang ada atau berada di tempat kerja selalu dalam keadaan aman, sehat dan selamat.
  2. Supaya sumber-sumber produksi dapat digunakan dan dipakai secara efisien.
  3. Supaya proses produksi dapat berjalan dengan lancar tanpa banyak ada hambatan

Pengertian Rambu K3 ( Safety Sign )

Rambu-rambu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Safety Sign) adalah sebuah media visual berupa gambar yang bermanfaat untuk membantu menginformasikan bahaya dan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan para pekerja atau pengunjung yang berada di tempat kerja tersebut.

Adapun jenis rambu dapat berupa :

  • Rambu dengan Simbol.
  • Rambu dengan Simbol dan Tulisan.
  • Rambu berupa pesan dalam bentuk Tulisan.

Landasan Hukum

Penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) memiliki beberapa dasar hukum pelaksanaan. Di antaranya:
1. Undang-undang No. 1 Tahun 1970 (Undang-Undang Keselamatan Kerja )
"Memasang dalam tempat kerja yang dipimpinnya, semua gambar keselamatan kerja yang diwajibkan dan semua bahan pembinaan lainnya, pada tempat-tempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja “
2. Peraturan Pemerintah No. 29/2000 Pasal 30 ayat (1)
“Untuk menjamin terwujudnya tertib penyelenggaraan pekerjaan konstruksi, penyelenggara pekerjaan konstruksi wajib memenuhi ketentuan tentang: a. keteknikan, meliputi persyaratan keselamatan umum, konstruksi bangunan, mutu hasil pekerjaan, mutu bahan dan atau komponen bangunan, dan mutu peralatan sesuai dengan standar atau norma yang berlaku; b. keamanan, keselamatan, dan kesehatan tempat kerja konstruksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; c. perlindungan sosial tenaga kerja dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; d. tata lingkungan setempat dan pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Keputusan Menteri Tenaga Kerja No.1 Tahun 1980
4. Permenaker No. 05/MEN/1996 (SMK3)
“ Rambu-rambu mengenai keselamatan dan tanda pintu darurat harus dipasang sesuai dengan standar dan pedoman “

Manfaat Safety Sign:

  1. Menarik perhatian terhadap adanya keselamatan dan kesehatan kerja.
  2. Menunjukkan adanya potensi bahaya yang mungkin tidak terlihat.
  3. Mengindikasikan di mana peralatan darurat keselamatan berada.
  4. Menyediakan informasi umum dan memberikan pengarahan.
  5. Mengingatkan para karyawan untuk menggunakan peralatan perlindungan diri.
  6. Memberikan peringatan waspada terhadap beberapa tindakan yang atau perilaku yang tidak diperbolehkan.

Penggunaan Warna:

  1. Biru : Berarti Perintah melaksanakan sesuatu, atau kewajiban memakai Alat Pelindung Diri dalam rangka K3 (kontrasnya warna biru adalah putih).
  2. Merah : Berarti Larangan Melakukan sesuatu, misalnya tanda stop dan sebagainya. Tetapi khusus untuk Pencegahan Kebakaran, baik berupa petunjuk, perintah, peringatan maupun larangan, tetap dipakai warna merah (kontrasnya warna merah adalah putih).
  3. Kuning : Berarti Peringatan untuk berhati-hati dan waspadaterhadap risiko bahaya (kontrasnya warna kuning adalah hitam).
  4. Hijau : Berhati keadaan Aman, misalnya untuk petunjuk arah/ jalan, pintu darurat, P2K, daerah bebas rokok dan sebagainya.

Kategori Rambu K3

Berdasarkan fungsinya rambu K3 dikategorikan sebagi berikut:

Danger Sign

Rambu Bahaya

Eget quis donec primis pretium aliquam commodo

Selengkapnya

Emergency and Direction sign

Rambu Darurat dan Petunjuk Arah

Molestie curabitur massa euismod platea ligula

Selengkapnya

Fire Safety Sign

Rambu Darurat Kebakaran

Fusce massa aliquam proin nostra risus class interdum

Selengkapnya

Mandatory sign

Rambu Kewajiban

Mandatory sign atau yang biasa di kenal dengan Rambu Kewajiban atau Rambu himbauan. Rambu ini bentuk umumnya berupa lingkaran dengan warna dasar biru dan memiliki warna gambar putih. Tanda ini menjadi simbol instruksi dan simbol keselamatan di lingkungan tempat kerja.

Selengkapnya

Restriction Sign

Rambu Batasan

Eget quis donec primis pretium aliquam commodo

Selengkapnya

Prohibition Sign

Rambu Larangan

Prohibition sign atau biasa di kenal dengan Tanda larangan atau Rambu Larangan merupakan tanda atau rambu K3 yang umumnya berbentuk lingkaran dengan warna dasar dikelilingi garis berwarna merah. Biasanya tanda ini memiliki gambar utama dengan warna hitam dan warna dasar merah.

Selengkapnya

Warning Sign

Rambu Peringatan

Warning sign atau tanda waspada merupakan rambu rambu K3 peringatan yang memiliki bentuk segitiga umumnya berwarna kuning dan memiliki gambar berwarna hitam. Simbol ini merupakan tanda waspada yang memberikan informasi adanya suatu potensi bahaya di tempat tersebut. Ketika berada di lingkungan dengan tanda ini setiap pekerja harus berhati – hati.

Selengkapnya

Public Facilities Signs

Rambu Pasilitas Umum

Lobortis egestas magna egestas aptent ullamcorper

Selengkapnya

Mengapa Perusahaan anda harus mempunyai Safety Sign dengan Acuan Standar ?

1. Memudahkan tim anda secara jangka panjang pada saat melakukan maintenance maupun penambahan Safety sign yang baru.

2. Point plus pada saat audit K3, terutama untuk mendapatkan sertifikasi ISO, OHSAS, HACCP, dll.

3. Biaya pembuatan Safety Sign yang mengacu standard relatif sama dengan sign yang tidak standar, yang membedakan adalah desain gambarnya. Jadi kenapa tidak menggunakan desain standar sekalian?

4. Cara penulisan yang seragam, memudahkan untuk dimengerti dan dipatuhi oleh setiap orang / karyawan.

5. Resiko kecelakaan lebih bisa diminimalisir atau lebih baik lagi Zero Accident.

6. Dengan adanya rambu-rambu keselamatan kerja / safety sign dengan acuan standard maka secara tidak langsung Perusahaan tersebut juga telah membudayakan K3 kepada setiap karyawan maupun orang lain yang berada di Area / Lingkungan Perusahaan.

7. Semakin Perusahaan sadar betapa pentingnya rambu-rambu keselamatan / safety sign, maka Perusahaan tersebut telah melindungi semua Aset mereka dari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti: Kebakaran dan Kecelakaan kerja, yang dapat merugikan si Perusahaan tersebut, semua itu dapat dihindari dan dicegah, apabila adanya pemasangan rambu-rambu keselamatan atau safety sign disetiap titik area yang rawan bahaya ataupun di area yang kecil resiko bahayanya.

Jika anda tidak punya waktu untuk menghitung dan mengestimasikan kebutuhan Safety sign di lokasi pekerjaan anda, perkenankan mengundang tim kami ke lokasi anda, dan tim kami yang akan membuat rekapitulasi seluruh rekomendasi jenis, warna, ukuran, font, bahan, dan lain-lain berdasarkan potensi bahaya di area pabrik anda.

Jaga Kesehatan, Jaga Keselamatan. Stop Kecelakaan demi Kemanusiaan…!!!